Perkembangan Wilayah Laut Teritorial Indonesia

Posted by Nadi Guru on Senin, 04 Desember 2017

Perkembangan Wilayah Laut Teritorial Indonesia Indonesia memiliki wilayah perairan yang lebih luas ketimbang dengan wilayah daratannya. Luas wilayah perairan d Indonesia sekitar 3.290.000 km2, sedangkan untuk luas wilayah daratannya adalah 1.904.413 km2.Saking luasnya wilayah perairan, maka Indonesia disebut juga sebagai Negara Maritim.

Dengan luasnya wilayah perairan yang ada di Indonedia, maka Indonesia memandang bahwa perlu adanya batas laut yang bisa melindungi kepentingan bangsa Indonesia. Untuk mengetahui dan memahami perkembangan batas wilayah laut teritorial Indonesia, silahkan perhatikan penjelasan di bawah ini!

a. Masa Hindia Belanda
Pada masa penjajahan Belanda,  lebar wilayah laut Indonesia adalah 3 mil laut atau sekitar 5.556 kilometer dari garis pantai. Ketentuan itu pun tercantum dalam Teritoriale Zee en Maritieme Ordonantie tahun 1939. Penentuan batas laut itu didasarkan pada asas Mare Liberum (Lautan Bebas). Dalam asas itu dinyatakan bahwa laut bebas dari kedaulatan negara manapun. Asas Mare Liberum dicetuskan Grotius pada tahun 1609.

b. Masa kemerdekaan
Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia masih menerapkn batas laut teritorial berdasarkan Teritoriale Zee en Maritieme Ordonantie 1939. Akibatnya, hal itu banyak terdapat laut bebas di dalam wilayah Indonesia. Kondisi itupun melatarbelakangi lahirnya Deklarasi Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957. Deklarasi  yang dicetuskan oleh Perdana Menteri Djuanda itu memuat Hukum Tata Lautan Indonesia. Hukum ini uga yang menjadi dasar hukum laut di Indonesia.
Berdasarkan Deklarasi Djuanda, wilayah laut Indonesia ditetapkan menjadi 12 mil laut yang diukur dari garis pantai. Deklarasi itu selanjutnya ditetapkan dalam UU No. 4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia.
Bagi bangsa Indonesia, Deklarasi Djuanda menjadi pernyataan sikap kepada dunia internasional bahwa laut Indonesia, baik laut di sekitar, diantara, maupun juga di dalam Kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Deklarasi Djuanda mempertegas prinsip negara kepulauan yang dianut Indonesia. Berdasarkan prinsip ke negara kepulauan, maka laut-laut antarpulau merupakan wilayah NKRI bukan merupakan pemisah antarpulau.
Usaha bangsa Indonesia dalam memperjuangkan batas wilayah laut membuahkan hasil setelah Deklarasi Djuanda diterapkan dan diterima dalam Konvensi Hukum Laut Internasional III. Konvensi tersebut diselenggarakan oleh United Nations Convention on The Law of The Sea (UNCLOS) di Montego Bay, Jamaika tahun 1982.
Konvensi Hukum Laut Internasional III dihadiri oleh 117 negara dan 2 organisasi kebangsaan. Tanggal 10 Desember 1982, ditandatangani keputusan konvensi. Keputusan tersebut memuat hal-hal sebagai berikut:
1) Lautan teritorial, yaitu lautan selebar 12 mil laut yang diukur berdasarkan garis lurus yang ditarik dari garis dasar ke arah laut bebas pada saat air surut.

2) Zona bersebelahan atau zona tambahan, yaitu batas laut selebar 12 mil laut dari garis batas laut teritorial atau 24 mil laut dari garis dasar.

3) Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), yaitu batas lautan suatu negara selebar 200 mil laut yang diukur dari pantai saat air surut. Pada ZEE, suatu negara memiliki kedaulatan untuk menguasai sumber alam yang ada di dasar laut maupun yang ada di dalam dasar laut. Negara tersebut berhak mengadakan eksplorasi dan eksploitasi sumber-sumber mineral ataupun kekayaan alam
lain yang ada di dalamnya. Namun, perlu kamu ketahui bahwa lautan ZEE merupakan lautan bebas untuk pelayaran internasional.

4) Batas landas kontinen, yaitu daratan yang berada di bawah permukaan air di laut teritorial sampai kedalaman 200 m atau lebih. Kekayaan alam di dalam batas landas kontinen menjadi milik negara yang bersangkutan.  Di Indonesia, hasil dari Konvensi Hukum Laut Internasional III dikukuhkan dalam Undang-Undang  Nomor 17 Tahun 1985 tentang Pengesahan UNCLOS. Undang-undang ini mempertegas kedudukan Indonesia sebagai negara kepulauan.
Batas Wilayah Perairan Laut Indonesia
Batas Wilayah Perairan Laut Indonesia

Demikian penyajian pengetahuan tentang Perkembangan Wilayah Laut Teritorial Indonesia , yang bersumber dari Buku Bse IPS SD/MI Kelas VI. Selamat belajar!

Newest
You are reading the newest post

Related Posts

Desember 04, 2017

0 komentar:

Posting Komentar